Other

Sesusah Itu Ternyata

Sesusah itu ternyata untuk menghargai pengalaman hidup orang lain. Sesusah itu ternyata untuk tidak melibatkan hidupku sendiri untuk melihat bagaimana orang lain menjalani hidupnya. Sesusah itu ternyata untuk menerima seseorang secara utuh, menerima pengalaman hidupnya dan konsekuensi dari pengalaman itu.

Advertisements
Other

Suatu sore, dari balik jendela

Aku duduk di dekat jendela, menikmati matahari sore yang lembut setelah melewati dedaunan dari pepohonan yang rimbun di luar. Sesekali aku menoleh keluar, melihat daun-daun kering dan bunga-bunga kecil berjatuhan, dan orang-orang yang berjalan melewati jalanan sepi yang cukup menyenangkan untuk berjalan-jalan sendiri. Beberapa kali aku melihat orang yang sama berjalan melewati jalanan yang sama. Ada yang terlihat kebingungan dan sibuk dengan ponsel genggamnya, ada yang tergesa-gesa dengan langkah kakinya. Di tengah aktivitasku membaca tulisan yang tidak begitu kupahami, aku begitu menikmati pemandangan luar yang membuatku tersenyum dan berpikir tentang banyak hal. Aku bertanya-tanya apa yang orang-orang lewat pikirkan, tujuan mereka, urusan yang membuat mereka terburu-buru melangkah dan mengapa mereka berjalan sendiri. Banyak pertanyaan yang muncul, dan akhirnya kujawab sendiri dengan perkiraanku. 

Aku dari jendela dekat tempat dudukku bisa dengan jelas melihat orang-orang di luar yang lalu lalang, juga kadang ekspresi mereka. Sebenarnya jika mereka mau sedikit saja menoleh ke arahku, mereka juga bisa melihat apa yang aku lakukan, dan mungkin saja ekspresiku. Hanya saja, mereka tidak setertarik diriku yang sedari tadi mengamati dan memperhatikan mereka yang berulang kali melewati jalanan yang sama dengan ekspresi yang berbeda.

 

Other

Efek Kopi yang Kontradiksi

Kopi. Hal baru yang mulai kukenal ketika terjaga semalaman menjadi sebuah rutinitas. Sang penyelamat untuk beberapa keadaan, misalnya ketika tugas harus ditumpuk besok pagi. Berkat kopi, apa yang harus kuselesaikan malam ini selesai.

Kopi, membantuku terjaga semalaman bahkan ketika aku sudah tidak ingin terjaga. Setelah minum kopi seringkali aku merasa menyesal, karena pada akhirnya aku tetap terjaga bahkan ketika urusanku sudah selesai. Cukup kontradiksi karena tujuanku minum kopi supaya terjaga tapi, setelah terjaga aku membencinya. Dasar manusia banyak maunya! Setelah keinginanku untuk terjaga dan menyelesaikan segala urusan terpenuhi, aku mulai mengeluh kenapa tidak bisa tidur, perut perih dan diare karena maag, dan pada akhirnya menyalahkan kopi. Kopi yang telah berjasa sebelumnya, tiba-tiba saja menjadi penjahat. Penjahat karena sebuah kenaifan yang menganggap konsekuensi sebuah pilihan hanya apa yang diharapkan tanpa berpikir bahwa konsekuensi yang tidak diharapkanpun berhak hadir. 

Meminum kopi adalah pilihan dan terjaga adalah konsekuensinya bahkan jika konsekuensi tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi. Setelah urusanku selesai bukan berarti konsekuensi yang muncul dari meminum kopi akan selesai juga meskipun aku menginginkannya untuk selesai. Memangnya dunia ini permainan yang aturannya ditentukan olehmu? Yang ketika sudah bosan bermain, lalu ingin berhenti atau merubah peraturan.
Setiap pilihan ada konsekuensinya, entah konsekuensi yang  diharapkan atau konsekuensi lain yang tidak diharapkan. Nyatanya hidup tidak berputar pada harapan kita saja, ada banyak hal yang tidak diharapkan tapi ikut andil dalam kehidupan kita. Bagaimanapun, apa yang kita pilih saat ini adalah pertimbangan dari konsekuensi yang kita harapkan dengan kemungkinan munculnya konsekuensi yang tidak diharapkan kecuali, dunia ini adalah miikmu.

Terima kasih untuk kopi malam ini yang menyadarkan kebodohanku.

Other

Tak Tak Tak Bunyi Hujan di Atas Genting

Hujanlah, menyusul tanda yang telah dimunculkan sebelumnya. Tidak perlu ditahan lebih lama karena menungguku terlelap. Lagipula hujan hanya air yang jatuh, kecuali bagi mereka yang terjebak. Terjebak dalam hujan maksudku. Bisa jadi hujan adalah kesialan ke-sekian puluh kali dengan mantra ajaib setiap kali ia turun mencapai bumi. Bunyi tak tak tak yang membangunkan kegelapan tapi juga melelapkan keletihan.

Other

Lagu dan Perasaanku yang Tidak Terdefinisi

Kadang terlalu sulit untuk mendefinisikan perasaan yang sedang bergejolak dalam diriku sendiri. Ingin menyebutnya sebagai perasaan sedih nyatanya tidak ada yang menyedihkan, ingin menyebutnya perasaan kecewa tapi nyatanya tidak ada yang tidak sesuai harapan. Perasaan mungkin terlalu kompleks untuk bisa dijelaskan hanya dengan satu ungkapan rasa. Tapi, ada hal sederhana yang selalu berhasil untukku menyadari perasaanku. Memutar lagu secara random. Karena tidak tahu lagu apa yang sesuai dengan perasaanku, maka biasanya aku akan memutarnya secara random dan mendengarkan semuanya. Ketika lagu demi lagu mengalun di telingaku, beberapa diantaranya akan terdengar berbeda, seperti mengatakan apa yang kurasakan. Setelah kudapatkan lagu yang sesuai, biasanya aku akan memutarnya dalam mode repeat untuk menikmati perasaanku yang diceritakan secara berulang-ulang. 

Other

Selamat Tinggal, mungkin.

Beberapa hari ini, ada beberapa hal yang baru aku sadari, dan kemudian aku pikirkan. Dulu, aku menganggap melupakan dan melepaskan seseorang dari hidupku adalah hal yang mudah. Waktu itu, aku merasa bahwa aku bisa benar benar dengan mudah melakukannya tanpa merasa kehilangan. Nyatanya, selama ini aku menutupinya, rasa kehilangan itu. Dan dengan bodohnya, aku menganggap semuanya baik-baik saja, seperti tidak ada yang terjadi dengan diriku. Setelah melepaskan, aku selalu berpikir “Memang hidup begitu, ada yang datang dan ada yang pergi. Ada yang lain yang lebih membuat nyaman untuk menghabiskan waktu dan bercerita.” Mau bagaimana lagi? Aku tidak bisa memberikan kenyamanan lain di luar batas kemampuanku dan akupun tidak bisa menjanjikan diriku untuk tidak menemukan kenyamanan yang lain. Mungkin ini terasa bodoh dan menyedihkan, tapi aku ingin membiarkan orang lain dengan apa yang membuatnya nyaman. Dan aku, sebagai barang lama harus tahu diri dan pergi untuk memberi kesempatan pada barang baru.

Sejujurnya, hidup memang dipenuhi dengan orang yang datang dan pergi. Dan, bukan salah siapa siapa untuk tidak mempertahankan atau menemukan yang lain. Meskipun semua orang mengatakan “kamu berubah” karena menemukan yang lain, biarlah. Karena, hidup memang begitu. Berubah dan menemukan orang baru.

Other

Random Post

Sekiranya aku meragukanmu, itu tidak lebih daripada aku meragukan diriku sendiri. Mengenai ini dan itu yang tidak bisa aku ceritakan, mungkin alasannya karena aku tidak mempercayaimu. Tapi, itu hanya alasan untuk mengaburkan fakta lain bahwa aku selalu meragukan diriku sendiri. 

Other

Mengenai Kesukaanku

Keadaan ini sepertinya menyadarkanku mengenai kesukaanku, pada sepi. Pada keheningan, tanpa lalu lalang orang-orang yang datang dan pergi. Pada suara musik yang lebih suka aku dengarkan untuk diriku sendiri. Pada jarum jam yang berdetak ketika berpindah dari detik ke detik. Pada suara ketikan yang kadang sulit aku hentikan.

Other

Selamat Malam

Dua detik yang bergerak tidak seirama, berbunyi tik tak tik tak tik tak… Radar cemasku seperti semakin bergejolak. Untung saja. Aku tidak menderita gangguan kecemasan. Jika saja iya, mungkin tubuhku sudah berkeringat dingin, perut tiba-tiba sakit, atau ngilu disekujur tubuh.

Apakah ini sudah cukup malam?

Jamku baru 9:49 pm. Kurasa tidak.

Baiklah, mungkin aku harus terjaga sebentar lagi.

Memikirkanmu? Kurasa tidak perlu.

………………………………………………………..

Sekarang jamku 9.54 pm.

Kurasa sudah cukup malam. Selamat malam. Selamat tidur. Semoga tidak hanya mimpimu yang indah. Semoga setelah mimpi yang indah, ada kenyataan yang lebih indah.