Blank Title

It’s you,
the time i spent when i’m alone
the road i realized as mine
Now i am swinging my self with nerves
and remember all of your gazes,
the lonely pieces

Advertisements

Your Reflection

image

The night sky is your reflection
Dark is your mistery within your eyes
but stars is your smiles and sometime your tears
You’re the riddle without answer and that’s enough for me to chase you

The water is your reflection
Calm, but unreadable
even my vocabulary can’t describe you
Pattern isn’t your style, because being unstable is your enchantment
No need for halo, because purity is yours

You’re,
the reflection inside my eyes

*big fans of fantasy*

Rainy Day

image

What did you see?
Can you see your reflection in that puddle?
This morning rain undermining my belief to remain unmoved
Not because of the lightning strikes
I found you between the clear raindrops
It’s true, rain is more than water drops
It’s my overload longing to you
You know about my rain crush, more than that, i’d love the pleasent smell of the rain after the long warm, petrichor
Look, those trampled grasses, the rain gave an encourage to get up
But, don’t look at me, i am sank more and more

*big fans of fantasy*

Gone

1

Morning came and began to prepare my longing package for you
Sank, I spent my way
Hold your hand in the continuance of darkness and dissolved with the shadow
Move aside, is the darkness has an edge?

2

Your last roses not red again
The water that keep it alive remaining half
When you give me the roses again?
When you’re gone, it’ll replace your red

3

Sit down, I set aside half of this chair for you
“I am on right side, and you’re on the left side”, you said
The left side had been worn out darling
Only the right side became dusty

 

I hated you

This song was totally remind me about you. I remember your voice. I can imagine your expression, your voice and your bad smile. This song was about how bad your attitude, but i dont care about your attitude. Maybe i am just crazy.
When i played this song, i hoped that it was your voice. At the beginning i played the song, i was smile. But at the middle of the song, i was sad. And at the end of the song i hated you. I am really really hate you.

*big fans of fantasy*

Bagaimana mungkin aku berpaling darimu jika melepaskanmu dari mimpiku saja begitu sulit.
Bagaimana mungkin aku tidak memikirkanmu, jika melihatmu adalah rinduku ketika membuka mata di pagi hari.
Andaikan aku bisa melepaskanmu, menghapus khayalanku padamu, aku mungkin tidak akan pernah melakukannya.
Kamu, meskipun kehadiranmu tidak pernah mengistimewakanku, aku tidak menyesalinya.
Rasa sayang Tuhan untukku, aku bersyukur itu kamu.
Bagaimana bisa aku bersedih jika Tuhan telah menuliskan kehadiranmu dalam kehidupanku.
Bagaimana bisa aku tidak bahagia jika kamu adalah kado Tuhan untukku.
Karunia-Nya tidak pernah salah, hanya kita yang terkadang tidak mengerti.
Bagiku, kamu adalah sosok yang mengajariku tentang mengalah dan ikhlas, hingga aku menyadari sebuah kedewasaan.

*big fans of fantasy*

You’re The Reason Of My Life

Yuhuu~ sudah lama daku nggak posting tulisan ngomel-ngomel. Gara gara kemarin lagi musim musimnya melankolis, jadi kebanyakan ngeposting puisi galau. Sebenernya pengen belajar puisi cinta yang romantis gitu, biar ketularan bakatnya Kahlil Gibran. Tapi apa daya, mimpi jadi Kahlil Gibran masih sangat-sangat jauh. Mungkin karena emang nggak bakat romantis gara-gara penduduk Singletown ya -__- wkwkwk…tapi walaupun penduduk singeletown, ada pengalaman lah jatuh cinta. Ya kali tunaasmara, nggak pernah jatuh cinta. Oke, postingan ngomel-ngomelnya mau sharing aja soal “you’re the reason of my life”.

You’re the reason of my life. Kalimatnya nggak panjang sih, cuma artinya berat banget. Kamu adalah alasan hidupku, kurang lebih kalau diterjemahkan ke Bahasa. Bagi kalian para pecinta bualan, kalimat itu bakal kedengeran romantis banget. Apalagi kalau yang denger cewek, pasti melting deh ya.. kalau aku sih melting, tapi sayangnya nggak ada yang pernah bilang kayak gitu T_T kemarin gara gara habis galau nggak bisa move on, ngerasa kalau nggak ada dia mungkin daku nggak bisa hidup, udah you’re the reason of my life deh XD habis selesai galaunya, merenung gitu, terus dapat pencerahan. Ya, sebagai makhluk yang beriman, daku masih percaya dengan Tuhan. Merenungnya panjang banget.

Jadi awalnya ngerasa, buat apa sih Tuhan menciptakan rasa suka terhadap lawan jenis, kalau pada akhirnya cuma bikin galau. Mau ngapa-ngapain keinget terus, udah kayak hujan petir di atas kepala sendiri. Habis itu buka-buka Al-Qur’an, dan emang pada kenyataannya Tuhan menganugerahkan cinta kepada makhluk-Nya, dan setiap dari ciptaan-Nya itu berpasangan. Bisa dikatakan suatu kewajaran kalau perempuan suka laki-laki dan begitu juga sebaliknya. Lama-kelamaan nggak memaksakan diri buat move on sih, cuma mereduksi efek buruk dari perasaan sukanya. Gara-gara suka sama dia, berasanya jadi dia itu orang yang paling tepat, nggak ada yang lain yang bisa ngegantiin. Udah berasa, kalau dia adalah spesies langka XD, habis itu ngerasa apa yang ada di dia itu keren, baik, dan cocok. Wah, efek love is blind beraksi. Tiap hari kerjaannya mikirin, udah kayak makhluk paling dungu gitu. Tapi faktor personality mungkin, lama lama nggak terima dong dibikin dungu sama orang yang nggak pernah peduli. Akhirnya, memutuskan move on, tapi tetep nggak menyalahkan kalau sempet suka sama dia sampe dungu gitu.

Setelah mencoba mereduksi lama kelamaan udah biasa aja, dan akhirnya bisa move on. Sebenernya nggak ada yang salah dibuat galau gara gara cinta, setidaknya bisa belajar banyak hal. Bisa tau gimana rasanya orang jatuh cinta, dan bodoh gara gara cinta. Nah, sekarang mulai dari love is blind. Plis deh ya, kalo love is blind Tuhan nggak mungkin menciptakan cinta antara laki-laki sama perempuan. Kalo love is blind, gimana kita bisa tahu kalo dia orang yang tepat buat kita atau bukan. Kalo love is blind, gimana bisa Khadijah jatuh cinta pada Muhammada SAW? Yang bilang love is blind cuma orang-orang yang nggak mau dipersalahkan, gara-gara nggak bisa mengendalikan nafsunya. Yang bikin cinta itu buta, nafsu, bukan cintanya. Cinta itu sesuatu yang suci. Gimana nggak buta, orang yang ditaruh di depan nafsunya, bukan cintanya. Gara-gara inilah, akhirnya daku tersadar kalo jatuh cinta nggak salah, tapi nafsu daku yang salah. Nafsu memiliki, padahal bukan haknya.

Selanjutnya, ke you’re the reason of my life. Berfilsafat kalimat ini, gara gara sering ngeplay lagunya Hanbyul – I’ll be there for you. Lagunya enak banget, romantis, bikin melting. Tapi gara gara lagu ini daku tersadar tentang you’re the reasson of my life. Sebenarnya, lagunya juga memikirkan you’re the reason of my life seperti kebanyakan lagu pada umumnya. Masih suasana galau ya, jadi sukanya lagu-lagu melankolis romantis XD. Awalnya lagunya sangat menjerumuskan, menguatkan pemikiran kalau dia adalah satu-satunya, pokoknya kalau nggak sama dia, daku nggak bisa hidup. Bahkan sempet berpikir, kalau bukan dia, daku nggak tahu mau yang mana lagi. Habis itu jadi pesimis, kalo move on dari dia nggak bisa jatuh cinta sama yang lain lagi. Wah, pokoknya udah ngerasa kalo alasan hidup cuma dia, kalo tanpa dia udah kayak nggak hidup. Yah, begitulah, itu pikiran paling bodoh yang pernah nempel di otakku. Ngerasa terperangkap di kubangan pikiran konyol gitu, akhirnya kesel, sebel sama diri sendiri. Maklumlah, daku cenderung realistis, jadinya ngerasa nggak terima aja dibodohi sama perasaa sendiri yang sangat tidak realistis. Lama kelamaan, rasa sukanya jadi beban. Nah, habis itu teringat sesuatu, Surah Adz-dzaariyat ayat 56. Kurang lebih isinya, Tuhan menciptakan jin dan manusia untuk beribadah. Pencerahan. Jadi sadar, kalo you’re the reason of my life is bullshit. Udah jelas jelas dibilang, kalo manusia diciptakan buat ibadah bukan buat satu sama lainnya, bukan buat dibodohi sama nafsunya sendiri. Habis itu, jadi mikir panjang ngelantur. Berarti orang-orang yang bunuh diri gara gara putus cinta gara gara hidupnya berpegang sama you’re the reason of my life. Plis deh, kalo dia mati, terus kamu mau mati juga. Kalo dia pergi, kamu mau mati juga gitu. Manusia itu temporer, sementara. Jangan gara gara dia nggak ada, terus nggak ada gunanya kita hidup. Plis, kembali ke tujuan penciptaan, manusia diciptakan untuk beribadah. Mungkin kalo masing-masing dari kita memegang itu, nggak bakalan putus cinta bunuh diri. Manusia ada matinya, tapi ibadah enggak. Selama belum nafas terkahir, ibadah masih tetep jalan. Ada banyak alasan kita hidup pemirsah~ nggak cuma gara gara dia seorang. Bahkan manusia diciptakan berpasangan juga karena alasan untuk beribadah.

Terakhir ya, jatuh cinta bukan suatu dosa. Tapi itu akan jadi dosa ketika yang berada di garis depan itu nafsu. Jatuh cinta itu fitrah manusia, tapi ada batas-batasnya. Sebagai makhluk berakal, kita punya kontrol diri. Jangan suka memerangkap diri sendiri dengan perasaan yang akan membuat tidak nyaman. Kalau kita jatuh cinta sama orang, dan itu membuat kita nggak nyaman bisa dibilang galau, apa gunanya. Jangan berpikiran sempit juga guys, hidup kita tidak hanya untuk dia seorang, hidup kita untuk ibadah. Terlalu banyak alasan kita untuk hidup, kenapa harus memilih mati cuma karena satu alasan hidup kita hilang :’)