Other

Lagu dan Perasaanku yang Tidak Terdefinisi

Kadang terlalu sulit untuk mendefinisikan perasaan yang sedang bergejolak dalam diriku sendiri. Ingin menyebutnya sebagai perasaan sedih nyatanya tidak ada yang menyedihkan, ingin menyebutnya perasaan kecewa tapi nyatanya tidak ada yang tidak sesuai harapan. Perasaan mungkin terlalu kompleks untuk bisa dijelaskan hanya dengan satu ungkapan rasa. Tapi, ada hal sederhana yang selalu berhasil untukku menyadari perasaanku. Memutar lagu secara random. Karena tidak tahu lagu apa yang sesuai dengan perasaanku, maka biasanya aku akan memutarnya secara random dan mendengarkan semuanya. Ketika lagu demi lagu mengalun di telingaku, beberapa diantaranya akan terdengar berbeda, seperti mengatakan apa yang kurasakan. Setelah kudapatkan lagu yang sesuai, biasanya aku akan memutarnya dalam mode repeat untuk menikmati perasaanku yang diceritakan secara berulang-ulang. 

Other

Selamat Tinggal, mungkin.

Beberapa hari ini, ada beberapa hal yang baru aku sadari, dan kemudian aku pikirkan. Dulu, aku menganggap melupakan dan melepaskan seseorang dari hidupku adalah hal yang mudah. Waktu itu, aku merasa bahwa aku bisa benar benar dengan mudah melakukannya tanpa merasa kehilangan. Nyatanya, selama ini aku menutupinya, rasa kehilangan itu. Dan dengan bodohnya, aku menganggap semuanya baik-baik saja, seperti tidak ada yang terjadi dengan diriku. Setelah melepaskan, aku selalu berpikir “Memang hidup begitu, ada yang datang dan ada yang pergi. Ada yang lain yang lebih membuat nyaman untuk menghabiskan waktu dan bercerita.” Mau bagaimana lagi? Aku tidak bisa memberikan kenyamanan lain di luar batas kemampuanku dan akupun tidak bisa menjanjikan diriku untuk tidak menemukan kenyamanan yang lain. Mungkin ini terasa bodoh dan menyedihkan, tapi aku ingin membiarkan orang lain dengan apa yang membuatnya nyaman. Dan aku, sebagai barang lama harus tahu diri dan pergi untuk memberi kesempatan pada barang baru.

Sejujurnya, hidup memang dipenuhi dengan orang yang datang dan pergi. Dan, bukan salah siapa siapa untuk tidak mempertahankan atau menemukan yang lain. Meskipun semua orang mengatakan “kamu berubah” karena menemukan yang lain, biarlah. Karena, hidup memang begitu. Berubah dan menemukan orang baru.

Other

Random Post

Sekiranya aku meragukanmu, itu tidak lebih daripada aku meragukan diriku sendiri. Mengenai ini dan itu yang tidak bisa aku ceritakan, mungkin alasannya karena aku tidak mempercayaimu. Tapi, itu hanya alasan untuk mengaburkan fakta lain bahwa aku selalu meragukan diriku sendiri. 

Other

Mengenai Kesukaanku

Keadaan ini sepertinya menyadarkanku mengenai kesukaanku, pada sepi. Pada keheningan, tanpa lalu lalang orang-orang yang datang dan pergi. Pada suara musik yang lebih suka aku dengarkan untuk diriku sendiri. Pada jarum jam yang berdetak ketika berpindah dari detik ke detik. Pada suara ketikan yang kadang sulit aku hentikan.

Poem

Langit Sedang Sibuk

Langit sedang sibuk, menyiapkan tempat untuk hujan turun. Butir-butir hujan berjatuhan kesana-kemari seperti cinta pertama yang entah kapan usai. Seirama dengan omelan ibu sore itu, bunyi tak tak tak menyerbu atap dengan berani.

Langit sedang sibuk, mempersiapkan bintang terindah untuk perempuan idamannya. Sang kekasih meminta langit paling indah untuk malam ini. Hai langit, taburkan bintang-bintangmu! Perempuanku inginkan permata yang tak dapat kubeli. Langitpun mengabulkan, ditambahkan bulan purnama di tengah bintang-bintang. Terlihat sang perempuan melengkungkan bibirnya layaknya irisan buah semangka yang tipis menggoda.

Other

Selamat Malam

Dua detik yang bergerak tidak seirama, berbunyi tik tak tik tak tik tak… Radar cemasku seperti semakin bergejolak. Untung saja. Aku tidak menderita gangguan kecemasan. Jika saja iya, mungkin tubuhku sudah berkeringat dingin, perut tiba-tiba sakit, atau ngilu disekujur tubuh.

Apakah ini sudah cukup malam?

Jamku baru 9:49 pm. Kurasa tidak.

Baiklah, mungkin aku harus terjaga sebentar lagi.

Memikirkanmu? Kurasa tidak perlu.

………………………………………………………..

Sekarang jamku 9.54 pm.

Kurasa sudah cukup malam. Selamat malam. Selamat tidur. Semoga tidak hanya mimpimu yang indah. Semoga setelah mimpi yang indah, ada kenyataan yang lebih indah.

Other

Mungkin Saja, 

Hati bisa berubah, kapan saja, tanpa perlu meminta izin. Mungkin hari ini aku ingin menangis saja sejadinya, kemudian di saat yang tidak terduga aku tidak ingin melakukannya, hanya karena segerombolan burung yang berbondong-bondong terbang meninggalkan sarangnya. Mungkin saat ini aku hanya ingin menghilang begitu saja, kemudian sebuah drama yang indah membuatku berpikir untuk melakukan yang sebaliknya. Mungkin saja hari ini aku merasa begitu terkhianati, hingga tak ingin mempercayai dunia yang telah membesarkanku. Kemudian, tanpa terencana seseorang yang asing datang mengatakan kejujuran dan membuatku ingin mempercayainya. Mungkin hari ini aku sangat mencintaimu dan jika bukan kamu aku tidak mau. Tapi, itu hari ini. Masa depan, entah beberapa menit, beberapa jam atau hari kemudian tidak menjanjikan hal yang sama. Mungkin saja, hujan tiba tiba datang membawa seseorang untukku melupakanmu.

Other

Bulan Malam Ini

Bulan malam ini sangat indah. Membuat bayang-bayangku nampak jelas. Dan yang pasti, membuatku melihatnya dan terus melihatnya hingga tengkukku kaku.

Mungkin aku sudah memandanginya barang setengah jam, dengan pikiran yang kosong. Aku sedang tidak ingin memikirkan apapun, baik tentang rencanaku besok pagi atau tentangmu dan hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan bulan malam ini. Aku hanya ingin menikmatinya dengan angin yang sibuk wara wiri meniup helai demi helai rambutku. 

You

Terimakasih, Telah Menjadi Pribadi yang Menarik

Awalnya aku hanya mengagumi suaramu, yang kunikmati dari barisan sholat taraweh. Kemudian, aku mencoba ingin tahu banyak tentangmu, tentang siapa dirimu. Hingga akhirnya aku tahu, kamu suka menulis, aku menemukan blogmu dengan rangkaian kata-kata indah yang menjadi sihir untukku. Dan karena itu, aku menyukaimu (mungkin). Akan tetapi, aku sedikit kecewa. Kamu menulis tentang seseorang, seseorang dari masa lalumu. Seseorang yang kurasa telah menjadi candu dalam setiap tulisanmu dan mengambil alih kendali hatimu yang karenanya, aku merasakan perasaan aneh: sesak dan sempit.

Terimakasih, karena sudah menjadi pribadi yang menarik untuk aku kagumi dan mungkin saja, aku sukai. Kamu telah menyadarkanku dan menyelamatkanku- dari masa laluku.