Langit, tadi sore

Langit merah jambu yang menyala,
biru yang menggelap,
dan bintang yang bersinar,
sendiri.

“Aku,tidak ingin seperti bintang itu.” Gumamku sore tadi.

Advertisements

Pikiran Konyol

Mungkin benar bahwa setiap orang setidaknya pernah berpikir satu kali dalam hidupnya untuk bunuh diri. Beberapa hari yang lalu aku memikirkan bagaimana rasa sakit yang akan aku rasakan jika aku mengiris sedikit saja daging di pergelangan tanganku. Bagaimana jika aku melakukannya, apa itu akan cukup untuk membuat waktu berhenti? Konyol memang tapi, pikiran itu benar-benar sempat melintas. Bahkan, aku sudah membayangkan cutter mana yang akan aku gunakan. Sempat terlintas juga untuk mencari di internet bagaimana orang-orang yang bunuh diri melakukannya.

Setelah memikirkannya lagi saat ini aku hanya bisa bergumam “Ah, ternyata pikiran sekonyol itu bisa melintas di pikiranku juga. Ku kira, selama ini aku cukup kuat dan tidak berpikir untuk menyerah. Ternyata tidak.”  Dari pemikiran konyolku aku disadarkan bahwa pemikiran untuk bunuh diri tidak selalu didorong oleh kejadian yang luar biasa menyedihkan, cukup dengan kejadian kecil yang hadir di saat yang tidak tepat. 

Aku tidak menyukainya

Terkadang, ketulusanmu menyakiti. Karena, kamu terlalu yakin menggunakan perspektifmu, bukan perspektifku. Daripada membanjiriku dengan ketulusan, aku lebih ingin dimengerti, sebanyak aku menahan diri untuk tidak menyakitimu. Mungkin dibandingkan bagaimana perasaanku, kamu lebih peduli bagaimana aku melihatmu sebagai “seseorang yang peduli”. Jangan mendekat karena kamu tidak ingin aku lupakan, atau karena kamu tidak ingin aku berpikir kamu melupakanku. Aku tidak menyukainya.

Merencanakan Rumus

Dengarkan! Aku sedang sibuk,
merencanakan rumus paling ampuh,
untuk menerangkan dunia ini padamu.
Supaya kamu, tidak pernah mencelaku,
atau bahkan mengolokku.

Tunggu saja! Besok,
aku akan menjadi si cerdas idamanmu.
Supaya kamu, bisa meyakinkan dunia untuk mempercayaiku,
untuk berpaling sejenak padaku.
Atau setidaknya, kata-kataku bisa menjadi mantra yang menggema,
ketika kamu resah.

Bukan Rangkaian Seri

Aku tidak bisa berjanji untuk selalu bahagia atas kebahagiaanmu. Perasaanku bukan milikku seutuhnya, atau milikmu. Dia adalah milik waktu yang berputar dalam hidupku, milik segala kejadian yang datang dan pergi. Terlepas dari seberapa banyak waktu yang telah kita habiskan bersama, kehidupan tidak pernah mendorong dua orang yang berbeda pada jalan yang sama. Aku tetap dengan hidupku, dan kamupun begitu. Jadi, jika suatu saat aku bersedih ketika kamu sedang berbahagia, jangan jadikan itu alasan bahwa aku telah berkhianat darimu, dari semua waktu yang telah kita habiskan bersama.Karena, itu terjadi begitu saja.

Kadang, Kita tidak Terperangkap

Kadang, terperangkap dalam ruangan yang gelap dan menyesakkan, terjadi bukan karena kita tidak menyadarinya. Bukan karena kita tidak tahu hal itu akan terjadi. Kadang, kita tidak sepenuhnya terperangkap. Karena kadang, kita memang menginginkannya dan memilih untuk memasukinya. Kadang, kita lebih memilih jalan yang sulit. Jalan yang tidak seorangpun ingin melaluinya. Jalan yang seringkali gelap, meskipun di siang hari. Meskipun begitu, kita tetap memilihnya karena, kita mempercayai apa yang kita butuhkan bersembunyi di balik kegelapan.